Ada lima kegelapan yang harus
diterangi dengan lima cahaya.
- Mencintai dunia adalah sebuah kegelapan, dan pencahayaannya adalah taqwa.
Keterangan :
*Tindakan mencintai dunia bukan
berarti melarang memiliki dunia. Memiliki dunia boleh saja asalkan tindakan itu
tidak menggeser cinta kepada Alloh. Dampak dari mencintai dunia dikhawatirkan
akan mendorong seseorang untuk menerjang batasan yang diharamkan oleh syari’at,
dalam ambisi menguasai dunia.
*Bahkan nabi Muhammad saw. Mengingatkan
: “mencintai dunia adalah pokok segala kesalahan” (HR. al-Baihaqi)
*Imam al-Ghozali ra. Kemudian
merumuskan : “sebagaimana mencintai dunia adalah pokok segala kesalahan, maka
membenci dunia adalah pokok segala kebaikan
*Dalam hadits yang lain Nabi
menyatakan : “sesungguhnya kamu tidak meninggalkan sesuatu, semata-mata taqwa
kepada Alloh Azza wa- Jall, kecuali Alloh akan memberimu sesuatu yang lebih
baik dari sesuatu yang kamu tinggalkan itu “ (HR. imam Ahmad dan imam Nasa’i)
- Tindakan dosa adalah kegelapan, dan pencahayaannya adalah taubat.
Keterangan :
*Seseorang sering menganggap remeh
suatu dosa yang ia anggap kecil dibanding dengan dosa yang nampak pada orang
lain. Bahkan kadang dirinya kelihatan jauh lebih suci dari orang lain. Padahal
sejatinya setiap orang, tertawan oleh apa yang ia upayakan dan kerjakan. Dosa
kecil kalau terus dipupuk bisa menutup hati bahkan menjadikan hati menjadi
tidak bercahaya.
*Nabi Muhammad saw. Menjelaskan : “sesunnguhnya seorang
hamba ketika melakukan satu kesalahan atau dosa, maka akan tumbuh di dalam
hatinya titik hitam. Apabila ia segera mencabutnya, beristighfar dan bertaubat,
maka hatinya akan bersih kembali. Apabila ia menambah dosa baru (tanpa taubat)
maka akan penuhlah nokta hitam itu menenggelamkan hatinya. Itulah ron yang dijelaskan Alloh : sekali-kali tidak (demikian),
sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” QS. Al-Muthoffifin : 4) (HR. imam Ahmad, at-Turmudzi, Ibnu
Majah, an-Nasa’i, Ibnu Hibban dan al-Hakim)
- Alam kubur adalah kegelapan, dan pencahayaannya adalah tauhid (persaksian bahwa tida tuhan yang berhak disembah selain Alloh, dan nabi Muhammad adalah utusan Alloh)
Keterangan :
*Nabi
Muhammad saw. Menjelaskan : “ barang siapa mengikrarkan laa ilaha illa Alloh
(tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh) dengan ihlas, maka ia akan
masuk surga.” Para sahabat bertanya : “ya Rosulalloh bagaimanakah
meng-ihlaskannya ?” Nabi menjawab : “yaitu ketika ikrar itu mampu mencegah
kalian semua dari sesuatu yang diharamkan Alloh swt”. (HR. al-Khotib)
* Ada tujuh cara membuat hati
bercahaya :
a. ihlas dalam beribadah
b. berbakti kepada kedua orang tua
c. menyambung tali silaturrahim
d. tidak menyia-nyiakan umur dalm
kemaksiyatan
e. tidak menuruti nafsu
f. bersungguh-sungguh dalam ketaatan
kepada Alloh
g. memperbanyak dzikir kepada Alloh
- Hari akhirat adalah kegelapan, dan pencahayaannya adalah amal sholih.
Keterangan :
*Nabi Muhammad saw. Menjelaskan :
“sesungguhnya Alloh senang kalau kemurahan-Nya diambil, sebagaimana Alloh suka
ditunaikannya beban taklif atas
hamba-Nya. Sesunnguhnya Alloh mengutusku dengan agama yang ringan, tidak
memberatkan yaitu agama nabi Ibrahim”. (HR. Ibnu Asakir)
* Beramal harus konsisten dan
kontinyu. Bukan masalah berapa banyak amal yang harus dilakukan, tetapi sejauh
mana seseorang itu istiqomah dalam
beramal, sehingga ia bisa mencapai husnul
khotimah.
- Melewati as-shiroth adalah kegelapan, dan pencahayaannya adalah keyaqinan bathin.
Keterangan :
Selagi masih ada kesempatan, serta
didukung dengan fisik yang kuat, maka sudah seharusnya seseorang berupaya
memupuk keyakinan akan kehidupan akhirat. Karena kenyataannya kehidupan dunia
ini sangat sementara. Kita bisa menyaksikan orang-orang di sekeliling kita,
datang dan pergi silih berganti. Dan ada saatnya nanti kitapun harus berganti
dengan yang lain. Semua itu hanya sebuah episode untuk menentukan siapakah yang
terbaik amalnya dalam pandangan Alloh Swt.
------0-----

0 komentar:
Posting Komentar