About

Sabtu, 08 Februari 2014

Diriwayatkan dari Abdulloh  bin Amr bin Ash ra. :
Ada lima hal, apabila seseorang bisa mengumpulkannya secara akumulatif, maka ia akan beruntung di dunia dan akhirat.
  1. Berdzikir ingat Alloh dengan ungkapan : ‘laa ilaha illa Alloh Muhammadur rosululloh’di setiap waktu.
Keterangan :
Nabi menyatakan dalam haditsnya : ‘Perbanyaklah oleh kalian dzikir kepada Alloh Azza wa Jall disetiap keadaan. Karena sesungguhnya tidak ada amal yang lebih disukai oleh Alloh dan lebih bisa menyelamatkan bagi seorang hamba dari setiap keburukan di dunia dan akhirat daripada dzikir kepada Alloh’. (HR.ibnu Shorshory)
Jangan berbicara kalau di saat bicara kita tidak melibatkan Alloh; jangan langkahkan kaki, kalau itu tidak membawa kita ingat kepada kekuasaan Alloh; jangan meraih sesuatu atau melepaskan sesuatu, bila di dalamnya sepi dari ingat kepada Allah; jangan diam kalau ternyata diam itu tidak melibatkan kehadiran Alloh. Kalau kita selalu berdzikir kepada Alloh dalam setiap keadaan, maka itu sebuah indikasi bahwa kita adalah seseorang yang tunduk kepada Alloh.

  1. Ketika mendapat ujian, ia ungkapkan : ‘inna lillahi wa inna ilaihi roji’un wa laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil adhim’
Keterangan :
Nabi menyatakan dalam haditsnya : ‘janganlah kalian memperbanyak bicara tanpa dzikir kepada Alloh, karena sesungguhnya banyak bicara tanpa dzikir kepada Alloh itu menyebabkan kerasnya hati. Dan sesungguhnya sejauh-jauh manusia dari rahmat Alloh adalah seorang yang berhati keras’.
(HR.at-Turmudzi)

Kebanyakan manusia menggunakan lisannya dengan boros. Tidak sadar bahwa semua yang ia ucapkan, nanti harus ia pertanggungjawabkan di hadapan sang Kholiq. Selagi mungkin, sebaiknya kurangi bicara, kecuali ada nilai pahala yang akan memperberat mizan baik kita.

  1. Ketika diberi ni’mat ia ungkapkan : ‘al-hamdulillahi robbil alamin’ sebagai realisasi syukur atas ni’mat tersebut
Keterangan :
Nabi menyatakan dalam haditsnya : ‘ungkapan kata yang paling disukai Alloh ada empat :
·         subhanalloh (maha suci Alloh)
·         al-hamdulillah (segala puji bagi Alloh)
·         laa ilaha illa Alloh (tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh)
·         Allohu akbar (Alloh maha besar)
Tidak masalah dengan mana saja kamu mulai mengungkapkannya’
(HR. Muslim dan an-Nasa’i).

Setiap manusia akan senang bila mendapatkan ni’mat. Masalahnya adalah tidak semua manusia mampu menggunakan ni’mat sesuai kehendak Pemberi ni’mat. Padahal semua ni’mat yang manusia rasakan akan dipertanyakan kearah mana ia gunakan. Ni’mat bukanlah hal cuma-cuma tanpa pertanggungjawaban.

  1. Ketika memulai sesuatu, ia ungkapkan : ‘bismillahir Rahmanir Rahim      
Keterangan :
Nabi menyatakan dalam haditsnya : ‘setiap urusan penting yang tidak dimulai dengan bacaan basmallah, maka urusan itu akan jauh dari keberkahan’
(HR.Ibnu Hibban)

Tanda mushohabah kita bersama Alloh dalam beraktifitas, adalah kemampuan kita dalam menyandarkan upaya kita kepada Alloh. Untuk itu dalam setiap urusan, kita akan dengan sadar menyebut kekuasaan Alloh dengan menyebut asma-Nya.

  1. Ketika melakukan sebuah kesalahan atau dosa, ia ungkapkan : ‘astaghfirullohal adhim wa atubu ilaih’
Keterangan :
Nabi menyatakan dalam haditsnya : ‘ingatlah saya akan menunjukkan pada penyakit kalian dan obat penawarnya. Sesungguhnya penyakit kalian adalah dosa-dosa kalian, sedang obat penawar kalian adalah istighfar (permohonan ampun)’.
(HR. ad-Dailami)

Tidak ada manusia yang tidak pernah berdosa, sebaik-baik orang yang bersalah atau berdosa adalah yang bersegera dalam taubat. Untuk itu bukan masalah seseorang pernah berdosa atau tidak, tetapi masalahnya adalah, sejauh mana ia berupaya memperbaiki diri belajar dari kesalahan yang pernah ia lakukan. 
------0-----

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger news